Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Daerah

Tak Punya Rasa Malu, 3 Marketing TWN Shop Tasikmalaya Tayangkan Tontonan Tak Bermoral di sepanjang jalan di Kota Tasikmalaya

×

Tak Punya Rasa Malu, 3 Marketing TWN Shop Tasikmalaya Tayangkan Tontonan Tak Bermoral di sepanjang jalan di Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

desak.id/ |Dalam sepekan ini Jagat raya media sosial kembali dihebohkan dengan munculnya postingan dari sebuah platform yang bertajuk sebuah marketing di instagram TWN Store Tasikmalaya.

Tentu saja bukan konsep marketingnya yang menjadi kekesalan warga, tapi gaya marketing yang sangat seronok dan terkesan vulgar dengan mempertontonkan maaf sebagian aurat laki laki yang sejatinya harus di tutup rapat.

Namun justru dalam tayangan tersebut nampak 3 orang laki laki dengan pakaian seperti "tuyul" menurut mereka dengan diantar dua temannya, berkeliling di jalan jalan Kota Tasikmalaya memasarkan produk UMKM yang berjualan barang barang second (thrifts things) di Kota Tasikmalaya dalam rangka sale ramadhan.

"Yang disayangkannya kan mereka menggunakan backsound doa tapi berpakaian seperti itu, jelas itu sebuah pelecehan bagi agama islam, terlebih Tasikmalaya kan kota yang bermarwah santri dan pondok pesantren, malu kan dilihat semua orang terlebih anak anak itu contoh yang tidak baik," Ujar Ustad Abu Hazmi Sekretaris Almumtaz.

Pihaknya merasa perlu untuk memanggil manajemen toko tersebut sekedar untuk mengklarifikasi apa maksud dan tujuan menggunakan pakaian tak sepantasnya itu.

"Kita juga punya Perda Tata Nilai yang mengatur berpakaian sopan di depan public area, jangan nampak seperti orang tolol bahkan orang bodoh kalo seperti itu makanya kita coba peringatkan," tambah ustad Abu.

Jika dalam waktu dekat pihak manajemen tak juga kunjung memberikan klarifikasi di jejaring sosial atau di depan para ulama, maka kami akan lakukan upaya pelaporan ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, kami mencoba untuk meghubungi pihak manajemen namun tidak ada konfirmasi terkait aksi marketing tersebut. (Dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *