Banjar, desak.id/ | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar menerima kunjungan edukasi kebencanaan dari Paud dan RA Hudalloh.
Kegiatan ini digelar untuk menanamkan pengetahuan dan budaya sadar bencana sejak usia dini melalui pengenalan potensi bencana di wilayah setempat, latihan sederhana, serta pembiasaan perilaku aman di lingkungan sekolah jika sewaktu-waktu bencana terjadi.
Kepala Sekolah RA Hudalloh,MUSTOPA M.Pd.l. Mendampingi langsung rombongan dan menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari penguatan wawasan kebencanaan sejak dini.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk menambah wawasan anak sejak dini, terutama tentang bagaimana bersikap tenang dan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat,” ujarnya.
Sebanyak 83 anak didik RA Hudalloh dan 13 guru pendamping mengikuti rangkaian agenda di kantor BPBD Kota Banjar.
Materi inti disampaikan oleh Kepala UPTD Damkar BPBD Kota Banjar Aam amijaya, yang memaparkan jenis-jenis bencana di Kota Banjar, tanda peringatan dini, nomor darurat, serta langkah-langkah evakuasi dan perlindungan diri.
Anak-anak diperkenalkan pada konsep drop, cover, and hold, diarahkan memahami rute evakuasi, serta diajak berlatih berlindung sambal mencari jalan keluar Ketika terjadi bencana.
Salah satu orang tua siswa RA Hudalloh menilai pelaksanaan kegiatan berlangsung efektif dan berdampak nyata bagi peserta didik.
Ia menyebut anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dan cepat memahami pesan-pesan keselamatan. BPBD Kota Banjar menyambut positif kunjungan dengan satuan pendidikan sebagai upaya memperkuat ketangguhan sekolah.
Melalui pendekatan bermain, demonstrasi peralatan, dan simulasi yang disesuaikan dengan usia anak, BPBD berharap pemahaman dasar kebencanaan dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
BPBD Kota Banjar juga mendorong sekolah-sekolah lain untuk mengembangkan satuan pendidikan aman bencana melalui pelatihan berjenjang, simulasi berkala, serta integrasi materi kebencanaan dalam pembelajaran.












