Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Hiburan»Sejumlah Ormas Islam Kota Tasikmalaya Tolak Konser HINDIA di Tasikmalaya, ini Alasannya
Hiburan

Sejumlah Ormas Islam Kota Tasikmalaya Tolak Konser HINDIA di Tasikmalaya, ini Alasannya

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriJuli 10, 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
KAHMI Tasikmalaya Minta Ketegasan Walikota Redam Polemik Konser HINDIA di Tasikmalaya
Baskara Putra saat tampil bersama .Feast di Joyland Festival, November 2024./wikipedia
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya, desak.id/ | Konser HINDIA yang digawangi Baskara Putra, yang akan digelar di Kota Tasikmalaya, mendapat penolakan dari beberapa tokoh dan organisasi massa islam Kota Tasikmalaya.

Aksi penolakan tersebut disampaikan melalui audiensi dengan pihak Kepolisian Resort Kota Tasikmalaya, Kamis 10 Juli 2025, di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Yogi yogaswara SH, Ketua Tim Advokasi Almumtaz, mengungkapkan 5 poin penolakan konser musik berbau Okultisme. Menurutnya, konser musik berbasis worldview Satanic, meski tanpa simbol dan lirik.

Berikut Lima poin alasan penolakan konser tersebut.

1. Worldview Tak Bisa Dinetralisir

Menurut Yogi, Musik bukan sekadar hiburan. Ia adalah ekspresi ruh & ideologi. Kalau ruh penciptanya adalah kufr (satanic), maka seluruh performa tetap pancarkan nilai kufr meski tanpa simbol.

"Menghapus simbol bukan berarti menghapus ruh. Mengundang mereka sama dengan membuka pintu wasilah kekufuran," terangnya.

2. Syubhat Lebih Berbahaya dari Haram Terang-Terangan

Mengutip Hadist Riwayat Bukhari – Muslim,“Barangsiapa jatuh dalam syubhat, maka ia jatuh dalam haram.”

Yogi menilai, Konser ini bukan netral. Tapi syubhat ideologis.Bungkusnya hiburan, isinya normalisasi kufr. Lama-lama umat kebal terhadap maksiat.

"Ini adalah strategi tadarruj iblisi (penyesatan bertahap)," tambahnya.

E. Musik sama dengan Media Penanaman Ruh dan Akidah

Dari Ibn Sina, musik bentuk maqam ruh.
Musik bukan netral.

"Jika berasal dari ruh kufr, maka pengaruhnya tetap racun — meski tanpa kata. Racun dalam gelas kristal tetap racun," tegasnya.

4. Melanggar Maqashid Syariah

Yogi mengungkapkan, dalam pelaksanaan konser musik tersebut, ada Dua maqashid syariah utama dilanggar yakni :

✅ Ḥifẓ ad-Dīn — Agama tergadaikan oleh ideologi musuh.
✅ Ḥifẓ al-‘Aql — Akal masyarakat dibius oleh narasi toleransi semu.

"Ini bukan ekspresi seni, tapi infiltrasi nilai," ucapnya.

5. Simbol Bisa Disembunyikan, Tapi Ruh Tidak

Yogi menjelaskan, Janji dalam bermusik“tak akan tampil satanik”adalah taqiyyah iblisiyyah yakni Taktik untuk masuk lewat pintu estetika.

"Tipu daya syaitan itu lemah…”ujar Yogi menukil dari ayat (QS An-Nisa: 76) bagi yang waspada. Tapi mematikan bagi yang permisif," ujarnya.

Melalui keterangan tersebut dengan lima alasan penolakan yang dipaparkan, Yogi menegaskan Konser ini WAJIB DITOLAK, karena:

1. Worldview kufr tidak bisa dinetralisir.
2. Musik = ekspresi ruh & nilai.
3. Syubhat lebih berbahaya dari haram terbuka.
4. Melanggar maqashid syariah (agama & akal).
5. Ini siasat pembiusan ideologis yang halus.

"Menolak konser ini sama dengan Muqawamah Aqidiyah. Sedangkan Membiarkannya sama dengan Membuka pintu penyusupan nilai kufr ke dalam hati umat," tandasnya. (Red)

baskara hindia Hindia
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

Pesta Rakyat Mangkubumi, Wujudkan Kebersamaan Warga dan Berdayakan UMKM

September 12, 2025

Setelah HINDIA dan Lomba Sihir, .Feast Juga Batal Tampil di Acara Konser Ruang Bermusik

Juli 16, 2025

Konser Ruang Bermusik Tetap Digelar Tanpa HINDIA dan Lomba Sihir, Vanue Masih Mencari

Juli 15, 2025

Polemik Konser HINDIA Berlanjut di Ranah Medsos, Al Mumtaz Nyatakan Sikap Redam Kegaduhan

Juli 14, 2025

Konser Hindia Berpotensi Picu konflik Horisontal di Kota Santri, Ormas Islam Tegas Menolak

Juli 12, 2025

KAHMI Tasikmalaya Minta Ketegasan Walikota Tasikmalaya Redam Polemik Konser HINDIA di Tasikmalaya

Juli 12, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Daerah

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

By Sopyan SaoriAgustus 8, 2026

Desak.id | Tasik Public Forum menyoroti kebijakan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026

OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis ungkap penipuan modus titip limit paylater, kerugian mencapai 500 juta

Agustus 6, 2026
Our Picks

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.