Desak.id | Komunitas peduli lingkungan hidup yang dimotori LPLHI Tasikmalaya, menggelar penanaman pohon untuk ribuan halaman masjid se Kota Tasikmalaya.
Penanaman perdana dilakukan secara simbolis di salah satu masjid di Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, pada hari Jum’at 5 Juni 2026.
Kegiatan yang dihadiri berbagai unsur pimpinan tingkat kecamatan ini dilaksanakan dalam rangkaian Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Ketua Lembaga Peduli Lingkungan Hidup Tasikmalaya, Asep Devo, mengatakan gerakan ini bukan seremoni sesaat.
“Penanaman pohon ini akan dilakukan bertahap hingga bulan Desember 2026. Target kami 2.000 pohon ditanam di 1.500 masjid yang tersebar di Kota Tasikmalaya,” katanya.
Menurut Asep, masjid dipilih karena menjadi pusat aktivitas warga. Dengan penghijauan, di lingkungan masjid sehingga lebih sejuk, nyaman untuk beribadah, sekaligus menambah ruang hijau kota.
“Pohon yang ditanam menggunakan media pot sangat ramah lingkungan. Tapi kalau halamannya bisa ditanami kita tanami,” tambahnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Safaat, mengapresiasi langkah tersebut. Ia menilai aksi tanam pohon sangat relevan di tengah berkurangnya daerah resapan air dan meningkatnya suhu perkotaan.
“Satu pohon bisa jadi sedekah oksigen. Kalau 2.000 pohon, manfaatnya luar biasa untuk warga Tasikmalaya,” katanya.
Anang berharap kegiatan ini memicu kesadaran kolektif menjaga lingkungan. Pemerintah, kata dia, siap mendukung gerakan serupa di sekolah, perkantoran, dan ruang publik lain.
Lurah Panglayungan Wasliman Solihat menyambut baik wilayahnya menjadi lokasi perdana. Ia menyebut warga antusias terlibat merawat pohon agar tumbuh optimal.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga pusat edukasi. Dengan banyak pohon, anak-anak bisa belajar untuk mencintai lingkungan sejak dini,” ujarnya.
Perwakilan Kodim 0612/Tasikmalaya dan Polsek Indihiang menegaskan TNI-Polri siap mengawal gerakan hijau ini. Sinergi lintas sektor dinilai kunci agar program lingkungan hidup berjalan berkelanjutan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Chandra, menambahkan, jenis pohon pucuk merah untuk ditanam dipilih yang rindang, berakar tidak merusak, dan mudah dirawat. Tim relawan akan memantau pertumbuhan pohon secara berkala hingga akhir 2026.
Dengan kolaborasi komunitas, pemerintah, dan aparat, Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Tasikmalaya tak hanya diperingati, tapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat jangka waktu yang panjang bagi warga dan bumi.***












