Close Menu
desak
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
Facebook X (Twitter) Instagram
desakdesak
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • Berita
    • Daerah
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Ragam
    • Budaya
    • Ekonomi
    • Kriminal
    • Pendidikan
    • Peristiwa
    • Sosial
    • Politik
desak
Home»Nasional»Dukung Pernyataan KDM, Ketua TPW : Tidak Menaikan Cukai Rokok Solusi Hapus Rokok Ilegal
Nasional

Dukung Pernyataan KDM, Ketua TPW : Tidak Menaikan Cukai Rokok Solusi Hapus Rokok Ilegal

Sopyan SaoriBy Sopyan SaoriMaret 23, 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter LinkedIn Telegram Pinterest Tumblr Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya, intiraya.com | Ketua Tasik Policy Watch (TPW), mendukung penuh pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengusulkan agar cukai harga tembakau (CHT) tidak dinaikkan lagi, bahkan bila perlu diturunkan.

Menurutnya, penurunan cukai rokok bisa menjadi solusi efektif untuk menekan peredaran rokok ilegal dan sekaligus meningkatkan pendapatan negara.

Teni menegaskan bahwa kebijakan kenaikan cukai selama ini tidak memberikan efek signifikan dalam menurunkan jumlah perokok aktif di masyarakat.

Teni mengatakan meskipun pemberantasan rokok ilegal terus tunaikan, permintaan masyarakat terhadap rokok tetap tinggi.

Harga rokok yang semakin mahal akibat kenaikan cukai, membuat masyarakat yang kecanduan rokok memilih beralih ke rokok ilegal.

“Pemberantasan rokok ilegal tanpa mengatasi masalah harga hanya memberikan celah bagi produksi rokok ilegal untuk tetap berjalan. Karena permintaan di pasar masih ada, rokok ilegal tetap akan menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak mampu membeli rokok resmi,” jelas Teni Minggu 23 Maret 2025.

Hal ini senada dengan pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi, yang menegaskan bahwa kenaikan cukai justru berdampak negatif bagi masyarakat miskin.

Kalau logikanya kenaikan cukai rokok untuk menekan agar rakyat tidak membeli rokok, malah terbalik. Rokok semakin mahal, tetapi masyarakat tetap lebih memilih membeli rokok daripada telur untuk anak-anaknya.

“Akibatnya, masyarakat miskin semakin tertekan karena harus mengorbankan gizi dan kebutuhan lain demi membeli rokok,” ujar Kang Dedi Mulyadi dalam siaran persnya.

Teni Ramdhani menegaskan bahwa perokok aktif sangat sulit untuk berhenti hanya karena harga rokok naik.

Berdasarkan teori adiksi nikotin, nikotin memiliki sifat adiktif yang mempengaruhi sistem saraf, menciptakan rasa tenang dan kecanduan.

“Ini menjelaskan mengapa banyak perokok tetap bertahan meski harga rokok meningkat. Dengan kenaikan cukai, mereka bukan berhenti merokok, tetapi beralih ke rokok ilegal yang lebih murah. Akibatnya, pemerintah kehilangan potensi pendapatan cukai yang besar, dan masalah kesehatan tetap tidak terselesaikan,” tambah Teni..

Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menunjukkan bahwa cukai tembakau merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar bagi negara.

Pada tahun 2025, penerimaan pajak dari cukai tembakau diperkirakan mencapai Rp22,98 triliun, meningkat dari Rp22,81 triliun pada tahun sebelumnya.

Namun, peredaran rokok ilegal yang terus meningkat berpotensi menggerus pendapatan negara dari pajak resmi, mengingat banyaknya konsumen yang beralih ke rokok tanpa cukai karena harga yang lebih terjangkau.

Teni juga menekankan bahwa solusi menurunkan cukai rokok tidak hanya akan menekan peredaran rokok ilegal, tetapi juga membantu menjaga perekonomian masyarakat kecil yang bergantung pada pengeluaran sehari-hari.

“Meskipun pemerintah pusat mungkin beralasan untuk menaikkan cukai demi mengurangi jumlah perokok aktif, tapi kenyataan saya yang berada di lingkungan perokok aktif masyarakat tidak akan berhenti ada yang berhenti tapi bukan karena harga,” ujarnya.

Seperti diketahui, harga rokok legal naik mereka berpindah ke rokok ilegal dan itu fakta coba Menkeu membuat survei atau turun ke lapangan.

“Solusi terbaik adalah menyeimbangkan harga rokok agar tetap terjangkau dan memperkuat pengawasan terhadap rokok ilegal, sehingga pendapatan negara dari cukai bisa meningkat kembali,” kata Teni.

Di akhir pernyataannya, Teni Ramdhani menegaskan bahwa penurunan cukai rokok bukan hanya langkah strategis dalam menekan peredaran rokok ilegal, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan negara melalui cukai resmi.

“Saya mendukung penuh pernyataan Kang Dedi Mulyadi. Penurunan cukai rokok adalah solusi yang relevan dalam menekan rokok ilegal sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat tanpa harus memaksakan kebijakan yang terbukti tidak efektif dalam mengurangi jumlah perokok aktif,” ungkapnya.

Solusi ini lanjut Teni, juga bisa membawa dampak nyata terhadap pengelolaan pajak, sebagaimana langkah Kang Dedi yang berhasil mengembalikan uang pajak kendaraan bermotor, yang per hari ini sudah mencapai 10 miliar.

“Kebijakan ini merupakan solusi ekonomi yang lebih realistis dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Teni. (***)

kdm Roko ilegal
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Sopyan Saori
  • Website

Related Posts

Soroti Pelabelan Sekolah Maung, FOSSMA : Blunder Seorang Gubernur

Juni 9, 2026

Peran Organisasi Pemuda Dinilai Penting Jaga Harmoni Sosial

Februari 8, 2026

Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026,JNE Berikan Benefit untuk Pelanggan

Januari 5, 2026

Peduli Banjir Sumatera Al Mumtaz Terjunkan Ikhwan dan Bantuan Sosial Kemanusiaan langsung ke Sumatera

Desember 31, 2025

Bergerak Bersama Peduli Bencana, JNE Gratiskan Ongkir Bantuan ke Aceh, Sumbar, Sumut, dan Sekitarnya

Desember 4, 2025

ZNE Antar Zai Muslim Wear dari Purwakarta Menembus Pasar Internasional

November 26, 2025
Leave A Reply Cancel Reply

Don't Miss
Daerah

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

By Sopyan SaoriAgustus 8, 2026

Desak.id | Tasik Public Forum menyoroti kebijakan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026

OJK Tasikmalaya dan Polres Ciamis ungkap penipuan modus titip limit paylater, kerugian mencapai 500 juta

Agustus 6, 2026
Our Picks

Tasik Public Forum Soroti Rotasi dan Mutasi Pejabat Pemkab Tasikmalaya

Agustus 8, 2026

OJK Tasikmalaya dan Pemkab Garut dorong ekosistem pembiayaan terintegrasi perluas akses keuangan petani kentang Garut

Agustus 7, 2026

Polda Jabar tangkap pengunggah konten Provokasi di Media sosial

Agustus 6, 2026
New Comments
    About Us

    desak.id adalah portal berita independen yang berdiri sejak 2019, berkomitmen menyajikan informasi akurat, cepat, dan terpercaya kepada pembaca.

    Kami fokus pada liputan nasional, regional, teknologi, olahraga, hiburan dengan mengedepankan prinsip jurnalisme yang berimbang, faktual, dan bermanfaat.
    Email Us: redaksidesak@gmail.com
    Contact: +

    desak
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    © 2026 desak. Designed by Khanzaar.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.