Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Kesehatan

Dinkes Kota Tasik Catat Ada 1.435 Kasus HIV/AIDS di Kota Tasik, Kasusnya Terus Meningkat

×

Dinkes Kota Tasik Catat Ada 1.435 Kasus HIV/AIDS di Kota Tasik, Kasusnya Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, desak.id/ – Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mencatat setidaknya ada peningkatan kasus HIV di Kota Tasikmalaya sekitar 1.435 kasus sejak bulan Januari 2004 hingga Mei 2025.

Peningkatan tersebut, telah menyebabkan 8 orang meninggal dan Dinas Kesehatan terus perbanyak skrining hingga totalnya sudah mencapai 167.893 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, peningkatan kasus virus imunodefisiensi manusia (HIV) sejak bulan Januari hingga Mei 2025 telah ada penambahan kasus setelah dilakukan skrining usia produktif berisiko tinggi pada masyarakat.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan melalui skrining tercatat ada 74 orang positif di antaranya 8 meninggal.

"Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya sejak Januari hingga Mei 2025 tercatat 8 orang meninggal, berdasarkan usia 1-10 tahun 1 kasus, 11-20 tahun 11 kasus, 21-30 tahun 40 kasus atau 54 persen, 31-40 tahun 16 kasus atau 22 persen, 41-50 tahun 3 kasus, 51-60 tahun 3 kasus. Namun, kasus paling banyak hubungan sejenis lelaki seks dengan lelaki (LSL) atau usia produktif," katanya, Rabu 18 Juni 2025.

Ia mengatakan, kasus HIV/AIDS memang cenderung mengalami peningkatan cukup signifikan terjadi sejak 2022 tercatat 145 kasus, 2023 tercatat 145 kasus, 2024 ada 169 kasus dan di 2025 ada 74 kasus.

Akan tetapi, kelompok risiko yang tertular HIV/AIDS antara lain lelaki seks dengan lelaki (LSL), waria, wanita pekerja seks (WPS) dan usia produktif rentan terpapar.

"Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya yang terpapar paling tinggi berada di Kecamatan Cihideung, 186 kasus, Tawang 186 kasus, Cipedes 144 kasus dan kecamatan lainnya di bawah. Namun, kelompok usia produktif memang sangat rentah meski selama ini ditemukan usia 1 tahun terpapar HIV/AIDS ketika lahir dan Dinas Kesehatan berupaya melakukan pengobatan terhadap pasien dengan memberikan obat antiretroviral (ARV) secara gratis," ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kasus HIV/AIDS menjadi perhatian semua lantaran selama ini banyak usia produktif meningkat cukup signifikan dan berbagai upaya pencegahan masih terus dilakukan dengan memeriksa masyarakat berisiko tinggi termasuk ibu hamil.

Akan tetapi, kasus yang terpapar ini paling banyak laki-laki tercatat 63 orang atau 85 persen, perempuan 11 atau 15 persen.

"Orang yang terpapar ODHA penyakit akan muncul meski HIV tidak ada keluhan, tetapi kekebalan menurun, rentan infeksi hingga dampaknya berat. Namun, Penderita HIV tidak berpotensi menular melalui salaman, pelukan, berbagi alat makan, air ludah, penggunaan alat toilet, keringat, tapi yang menularkan melalui cairan tubuh, darah, air susu ibu, sperma dan vagina," pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *