Komunitas Peduli Lingkungan Hidup akan Hijaukan Masjid se Kota Tasikmalaya dengan Tanam 2.000 Pohon    •     Kpw BI Tasikmalaya dan Pemkab Ciamis Perkuat Ekonomi Syariah dan UMKM Halal lewat  JAZIRAH x CCE 2026    •     Gelar Kelulusan, Kepala Madrasah MTSs Riyadlurohmah Berpesan Jaga Nama Baik Diri, Keluarga dan Almamater    •     Sukses Bangun Citra Tanggung Jawab Sosial, JNE Raih Indonesia CSR Brand Equity Awards 2026    •     OJK Tasikmalaya Ajak Organisasi Kepemudaan Waspadai Judol dan Pinjol Ilegal    •     Berdayakan Peternak Lokal, OJK Tasikmalaya Gulirkan Program BEREHAN    •     Pererat Silaturahmi Alumni SMANDA Angkatan 99 Melalui Reuni Perak +2    •     KPU Kota Tasikmalaya bersama Pemkab Tasikmalaya Sepakati Penggunaan Asset Pemda Tanpa Biaya Sewa    •     Perkuat Organisasi, MPC PP Kota Tasikmalaya Gelar Konsolidasi dengan PAC    •     Aksi Sosial Akbar Lintas Sektor Ciptakan Kebahagian Ribuan Warga Tasikmalaya    •     Penyakit Masyarakat Masih Marak, AMT Nilai Satpol-PP Kota Tasikmalaya Mati Suri    •     Karang Taruna Kabupaten Tasikmalaya Sembelih Sapi Kurban, Wujud Syukur Atas Nikmat Sehat    •     Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Kodim 0612/Tasikmalaya Bersama OJK Deklarasi Tolak Judi Online dan Aktivitas Keuangan Ilegal    •     Disnaker Kota Tasikmalaya Dukung Penuh Sertifikasi Kompetensi Memasak Bagi Relawan MBG    •     Buah Konsistensi, Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026    •    
Pendidikan

Dosen Unsil Gelar Pelatihan Transformasi Teks Hikayat ke Bentuk Digital Animasi bagi Guru

×

Dosen Unsil Gelar Pelatihan Transformasi Teks Hikayat ke Bentuk Digital Animasi bagi Guru

Sebarkan artikel ini

Tasikmalaya, Intiraya.com | Tim dosen Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, melakukan pengabdian melalui pelatihan transformasi teks hikayat ke bentuk digital bagi para guru Bahasa Indonesia SMK se Kota Tasikmalaya.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Kampus SMK N 1 Kota Tasikmalaya Jawa Barat, Sabtu-Minggu (20-21/07/24) dan diikuti 25 orang peserta dari 51 sekolah.

Pelatihan transformasi digital bagi guru bahasa Indonesia SMK melalui gagasan kurikulum merdeka hingga pemerintah berupaya mewujudkan harapan guru dan peserta didik SMK untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas unggul di era revolusi 4.0.

Prinsip merdeka belajar dicanangkan oleh Kemdikbudristek untuk mewujudkan transformasi pendidikan komprehensif, salah satu kodrat zaman mewujudkan guru mampu menyiapkan bahan ajar adaptif dengan dunia digital.

Ketua tim dosen pengabdian masyarakat dan sebagai Ketua PPM Unsil Tasikmalaya, Dr Titin Setiartin mengatakan, menghadapi tantangan lembaga penelitian, pengabdian masyarakat (LPPM) Unsil menugaskan dosen untuk melakukan pengabdian skema pemberdayaan kemitraan bagi masyarakat dan melaksanakan pelatihan transformasi teks hikayat ke bentuk digital animasi bagi guru Bahasa Indonesia SMK.

“Pelatihan dilaksanakan atas kerja sama Tim PPM Unsil dengan MGMP Bahasa Indonesia SMK Kota Tasikmalaya selama dua hari dan para guru yang tergabung dalam MGMP terkoneksi dengan semua sekolah, baik negeri maupun swasta yang ada di Kota Tasikmalaya,” katanya, Minggu (21/7/24).

Dr titin mengatakan, tim pengabdian pada masyarakat dilakukan ketua PPM dan anggotanya Dr Iis Lisnawati, Siti Pitrianti, MPd dibantu mahasiswa yang terlibat Siti Papat Fatimah dan Mita Nurmala.

Kontribusi

Pengabdian yang dilakukan Unsil Tasikmalaya berharap dapat terus berkontribusi terutama dalam peningkatan kompetensi guru bahasa Indonesia SMK untuk mengembangkan sebagai guru professional dan kompetetif.

“Pengabdian yang dilakukan tim dosen ini, ke depan dapat berkontribusi terutamanya peningkatan kompetensi guru bahasa Indonesia,” tambahnya.

Menurutnya, pelatihan transformasi digital bagi guru bahasa Indonesia SMK di Kota Tasikmalaya melalui gagasan kurikulum merdeka menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan para guru agar adaptif dengan multiliterasi digital dalam pembelajaran.

Sementara itu, Ketua MGMP dan sebagai ketua pelaksana, Asep Irawan Takhyana mengatakan, pelatihan yang dilakukannya sebagai bentuk penguatan kompetensi profesional guru sangat diperlukan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, khususnya bagi guru bahasa Indonesia di SMK.

“Tantangan berat bagi guru bahasa Indonesia, terutama dalam menciptakan pembelajaran yang tepat sesuai dengan peminatan bidang vokasi peserta didik,” katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMKN 1 Dr Wawan mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru yang professional serta dapat menciptakan lulusan SMK yang unggul dan mampu berdaya saing global di dunia kerjanya nanti.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh tim dosen dan PPM Unsil agar para guru ke depan lebih profesional,” katanya.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII, Disdik Jawa Barat, Dedi Suryadin mengatakan, elemen guru harus melaksanakan dengan memaksimalkan transformasi pendidikan, terutama guru harus melindungi peserta didik dari kekerasan seksual, kekerasan fisik dan bullying kekerasan verbal.

Dalam kesempatan tersebut, peserta pelatihan diberi penguatan dasar mengubah teks (verbal) ke gambar (visual), penguatan dasar mentransformasi verbal ke visual dan animasi menyusun cerita dan mentransformasi narasi hikayat ke elemen visual menggunakan perangkat lunak animasi.

“Penguatan ini membantu para guru agar inovatif menyiapkan pembelajaran berbasis digital dan produk dari pelatihan diharapkan berbentuk film animasi yang dapat dipublikasikan pada media YouTube. Kegiatan pelatihan, mendapat respons sangat luar biasa, peserta pelatihan sangat antusias melaksanakannya dan mereka memahami materi dengan baik,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *